Resna Cooking Story

Sunday, July 29, 2018

Resep Dan Cara Membuat Sajian Hari Raya Idul Fitri Khas Tasik Lengko Ayam Dan Sapi Lengkap : Sayur Lengko, Lontong dan Acar Timun

Oleh : Resna Nata

     Salah satu pilihan menu hari raya idul fitri yang khas di Tasikmalaya adalah sajian lengko ayam atau sapi yang biasanya disajikan bersama lontong atau ketupat.  Sajian berkuah santan sejenis sayur kari dengan rasa lebih ‘mild’.

       Makanan yang memiliki nama Lengko di Jawa Barat sebenarnya ada dua jenis.  Di daerah Cirebon, yang bernama Lengko adalah satu set makanan yang memiliki unsur gizi yang nyaris lengkap karbohidrat, sayur dan protein.  Karena Lengko di daerah Cirebon dan sekitarnya terdiri dari nasi, tauge, kucai, tahu, tempe dan disiram bumbu kacang.  Sedangkan di daerah priangan timur (terutama Tasikmalaya), makanan bernama Lengko adalah makanan yang kaya lemak, sayur bersantan dengan bahan ayam atau sapi.  Dengan bumbu mirip sayur kari namun dalam citarasa yang lebih 'mild'.
 
     Selain disajikan sebagai menu istimewa di hari raya, lengko di tasikmalaya juga sebenarnya biasa disajikan sebagai makanan untuk sarapan.  Yang paling popular menjadi mata dagangan adalah lengko ayam.  Jenis ayam yang ‘pas’ digunakan untuk sajian lengko adalah ayam kampong dan ayam kaling (sebutan untuk ayam petelur yang telah memasuki masa tidak produktif).  Ayam yang dipergunakan sebaiknya adalah ayam yang telah berusia ‘tua’ dan diutamakan ‘betina’, diharapkan ayam jenis ini bias menghasilkan kaldu yang banyak, sehingga rasa kuah kaldunya lebih gurih.

     Kebanyakan lengko dijual dengan lontong, makanan berkategori sumber karbohidrat berbahan beras dengan bungkus daun pisang lazimnya berbentuk bulat panjang.  Dengan alasan kepraktisan, saya sering melihat bentuk lontong yang dipakai oleh penjual lengko tidak berbentuk ‘khas’ lontong, tapi bisa kotak (karena ‘dicetak’ dengan besek yang dialasi daun pisang) bahkan kerucut (sepertinya dicetak dengan aseupan).  Meski bentuknya mungkin menyesuaikan dengan pertimbangan kemudahan memasak mengingat penjual mungkin membuat dengan volume yang banyak, namun kesamaanya ada pada penggunaan daun pisang sebagai pembungkusnya.

     Lontong bisa dibuat langsung dari beras melalui proses perebusan atau terlebih dahulu melewati proses pengaronan baru direbus.  Lontong yang dibuat langsung dari beras memerlukan cetakan agar memiliki bentuk yang ajeg.  Sedangkan lontong yang dibuat dari beras yang telah melewati proses pengaronan tidak memerlukan cetakan.  Ada sedikit tips agar lontong tidak ‘mbleber’,  gunakan daun berlapis dengan posisi bersilang dengan posisi serat daun menyamping untuk daun pembungkus bagian dalam.

     Terdapat beberapa penjual menu lengko ayam terkenal di kota Tasikmalaya. Diantaranya yang berlokasi di belakang kantor kejaksaan (daerah Cimuncang tak jauh dari kantor Balekota Tasikmalaya) dan yang semula setiap pagi mangkal di depan kantor bank Mandiri Jalan Sutisna Senjaya (dulu berjualan di kaki lima, sekarang berjualan di gerai tak jauh dari tempat semula).  Kendati sama sama berjualan lengko dan sama sama terkenal namun kedua penjual ini memiliki kekhasan rasa tersendiri.

     Lengko adalah makanan dengan banyak bumbu.  Yang agak menyulitkan bagi pemula seperti saya adalah adanya unsur kemiri dalam bumbu.  Kunci untuk mengatasinya adalah memastikan bahwa bumbunya telah matang sempurna pada proses penumisan sehingga tidak lagi terdapat aroma bawang atau kemiri mentah yang ‘mengganggu’.  Karena kemiri adalah bumbu yang lambat menjadi matang, maka jika tidak bisa menanganinya, pada saat bumbu lainnya matang kemiri biasanya masih belum matang.  Tips untuk mengatasi hal ini adalah, matangkan atau setengah matangkan kemiri sebelum dihaluskan, bisa dengan digoreng (pakai minyak) atau disangrai (tanpa minyak), hingga pada saat proses mematangkan bumbu, semua unsur bumbu bisa matang sempurna pada saat yang bersamaan.  Gunakan api yang super kecil agar bumbu tidak mudah gosong.  JIka bumbunya telah wangi baru dimasukkan ke dalam kuah kaldu.

     Sayur lengko umumnya disajikan dengan pelengkap berupa kerupuk putih.  Dan karena tidak menyertakan unsur sayuran, biasanya lengko disajikan dengan acar mentimun bening mentah untuk menetralisir kepekatan rasa.

     Berikut adalah set menu sajian lengko yang bisa dibuat di rumah :

1.   LENGKO AYAM/SAPI

      a.  Lengko Ayam



     Saya menggunakan ayam kampung tua karena kuah kaldu yang dihasilkan dari proses perebusan ayam kampung tua lebih gurih.  Kali ini saya pakai ayam kampung ukuran 2,8 kilogram (berat utuh dalam kondisi hidup) yang saya gunakan tigaperempat bagiannya saja.

       Bahan : 
Kurang lebih 1,8 kilogram ayam kampung bersih
3000 ml air
1000 ml santan dari 2 butir kelapa tua

Bumbu cemplung :
2 batang serai, iris serong potong 3 bagian
2 lembar daun salam
2 iris tipis lengkuas
Potongan kecil kayu manis

Bumbu halus :
24 butir bawang merah
12 siung bawang putih
12 butir kemiri, sangrai terlebih dahulu
2 jari kunyit tua
2 buah cabai merah lokal ukuran besar
1/4 sendok teh merica
1/4 sendok teh pala
Blender dengan 150 ml minyak sayur

Garam (saya lupa takarannya hee... kayaknya 2 sendok makan peres, kalau kurang tambah lagi)
Gula pasir (pengganti msg /vetsin), saya pakai 3 sendok makan peres (bisa ditambah/dikurangi)
        Kaldu bubuk 

   Catatan : jika garam dan gulanya kurang, sebagus apapun komposisi dan proses pembuatan bumbunya rasanya tidak akan enak

Cara membuat :
1. Blansing terlebih dahulu ayam, caranya rebus terlebih dahulu ayam dengan api besar, setelah airnya berbusa, buang air rebusannya dan cuci ayamnya.
2. Rebus kembali ayam dengan 3000 ml air yang telah didihkan terlebih dulu, biarkan mendidih kembali lalu super kecilkan apinya rebus minimal 1 jam agar kaldunya keluar.
3. Tumis bumbu halus hingga tidak tercium aroma kemiri dan bawang mentah
4. Masukkan garam, gula, kaldu bubuk, bumbu cemplung dan bumbu halus tumis ke dalam rebusan ayam, rebus dengan api besar hingga mendidih. 
5. Kecilkan apinya, masukkan santan, aduk terus jangan sampai santannya pecah. Cicipi dan sempurnakan rasanya.
6. Setelah matang angkat, sajikan hangat dengan potongan lontong dan acar mentimun bening.

Catatan :
Jika suka aroma rempah2 seperti cengkeh, kapulaga & jinten, bisa dimasukkan bersama bumbu cemplung, sedikit saja


 b.  Lengko Sapi  



    Resep dan cara membuat Lengko Sapi hampir sama dengan lengko ayam, hanya saja harus diperhatikan Lengko sapi hanya berisi daging sementara Lengko Ayam berisi daging dan tulang.


2.    LONTONG ARON

Resep Lontong yang dibuat kali ini adalah lontong yang melalui proses aron.  Menggunakan larutan kapur sirih untuk mengenyalkan.  Agar lontong yang dihasilkan lebih kenyal, beras yang telah diaron pada saat didinginkan harus tetap diaduk aduk sambil sedikit ditekan – tekan (sebelum dibungkus daun pisang).  Dan agar lontong yang tidak mudah basi, lakukan perebusan yang lama (saya biasanya sampai 3 jam dengan api super duper kecil).  
 

Waktu pertama kali membuat lontong, ternyata saya perlu beberapa kali gagal sebelum akhirnya bisa membuat lontong, padahal saya sudah memilih resep yang menurut perkiraan pasti berhasil, mudah dan praktis.  Saya pernah membuat lontong yang setelah matang tengahnya berisi butiran nasi keras, penyebabnya saya salah mengkonversi takaran resep awal yang ukurannya "kobokan" dan "siwur" hehe...Setelah beberapa kali mencoba, barulah didapat takaran yang menurut saya pas.

Bahan :

1 kilogram beras
2500 ml air
1 sendok makan peres garam
2 - 3 sendok makan larutan kapur sirih (bagian rendaman kapur sirih yang berwarna bening)
Daun pisang untuk membungkus

Lidi dipotong serong untuk menyemat

Cara membuat :

1. Cuci beras, tiriskan hingga airnya kering. Masak beras, air, garam dan larutan kapur sirih hingga airnya terserap habis.
2. Angkat, dan aduk2 terus beras yang sudah diaron hingga dingin. Dengan proses pendinginan seperti ini lontong yang dihasilkan akan lebih kenyal.
3. Potong daun pisang lebar2, kurang lebih bisa membungkus lontong dalam dua lapisan. Dengan gulungan berlapis(dan bersilang) diharapkan adonan lontong tidak akan bleber keluar daun.
4. Bagi beras aron menjadi 16 bagian, bentuk bulat memanjang.
5. Letakkan diatas daun pisang, gulungkan daun pisang dan semat kedua sisinya dengan lidi. 
6. Letakkan lontong mentah dalam posisi berdiri dalam panci, rendam dengan air. Rebus dengan api besar hingga mendidih, lalu super kecilkan apinya, rebus selama 3 jam.
7. Dengan proses perebusan yang lama begini diharapkan lontong menjadi padat, matang sempurna dan tidak mudah basi.
8. Setelah matang, angkat dan tiriskan lontong dengan posisi semi berdiri di wadah yang berlubang2 agar airnya turun (saya menggunakan ayakan bambu)
9. Dinginkan, lontong siap disajikan.           

3. ACAR MENTIMUN MENTAH


 Masih satu paket dengan lengko, tak sempurna rasanya menyajikan lengko ayam tanpa acar mentimun mentah. Saya lebih suka sebisa mungkin menggunakan bahan2 alami dalam masakan yang saya buat, saya yakin bahan alami lebih menyehatkan.  Acar umumnya menggunakan cuka masak untuk menghasilkan rasa segar (asam), tapi karena saya percaya bahwa yang alami lebih sehat, maka di rumah (demikian pula kali ini), saya biasanya memilih menggunakan jeruk nipis.

Bahan :
2 buah (kurang lebih 200 gram) mentimun, kerok bagian bijinya, potong dadu
1 batang (kurang lebih 150 gram) wortel, potong seukuran potongan mentimun
6 butir bawang merah, potong serasi dengan mentimun
10 buah cabai rawit merah
1 butir jeruk nipis (kurang lebih 1 sendok makan air perasannya)
1 sendok makan peres gula pasir
1/4 sendok makan garam

Cara membuat :
Campur semua bahan, aduk rata hingga garam dan gulanya larut. Cicipi dan sempurnakan rasanya.

4.  PELENGKAP LAINNYA

Kerupuk aci putih yang telah digoreng
Emping melinjo yang telah digoreng
Bawang merah goreng untuk taburan
Kecap manis

Monday, May 14, 2018

Resep dan Cara Membuat Set Menu Mie Baso Tasik Homemade : Bakso Halus, Cincang Ayam, Mie dan Kaldu

Oleh Resna Nata

    
  Jika bercerita tentang kuliner di Jawa Barat, tak lengkap rasanya jika tidak membahas Mie Bakso Tasik.  Sebenarnya trade mark mie bakso Tasik awalnya melekat pada rasa mie bakso yang banyak dijual oleh warga keturunan Tionghoa.  Dengan aroma yang khas, perpaduan kaldu, minyak wijen dan kecap ikan dalam takaran yang mild, berpadu dengan rasa saus khas yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan saus bawang.  Tekstur bakso nya halus,kenyal dan 'kering', mienya pun dibuat  sendiri, ditambah taburan cincang ayam.  Tambahan yang ditawarkan biasanya irisan babat dan pangsit rebus.  Mie baso sejenis ini bisa ditemui di gerai mie baso Laksana, Sari Rasa, SR dan beberapa lainnya.  Pemilik gerai mi baso ini sudah tidak lagi didominasi warga keturunan tionghoa, namun banyak orang asli setempat memiliki gerai mi baso dengan citarasa sejenis ini.

        Mie bakso khas Tasikmalaya ini bisa disajikan dalam bentuk sajian mie bakso kuah yakni semua komponen mie bakso diletakkan dalam satu mangkok, juga bisa disajikan secara terpisah komponen padat dan kuahnya, yang disebut mie bakso yamien.  Mie bakso yamien bisa dipesan dalam dua jenis, yakni yamien asin dan yamien manis,  mie baso yamin asin yang memiliki rasa mirip seperti sajian bakmi terkenal, Bakmi GM dan mie bakso yamien manis yang tersaji dengan warna kecoklatan karena penambahan kecap manis.

      Dalam perkembangannya, mie bakso Tasik sekarang dilekatkan pada beragam jenis bakso, tak hanya bakso yang halus tapi juga bakso urat, bakso dengan beragam isian bahkan dengan beragam ukuran.  Rasa kuahnya pun tidak lagi identik dengan minyak wijen, tapi masih ada satu kesamaan, selalu tersedia saus bawang dengan aroma yang khas.  Rasa mie bakso nya berasimilasi dengan bakso yang dulunya disebut bakso Kampung atau bakso lainnya.  Yang termasuk jenis ini adalah mie baso gejrot Mawar, mie baso Rinceu, mie baso Firman dan lain lain.

      Sekitar sepuluh tahun lalu saya pernah ditawari eks karyawan sebuah Mie Bakso terkenal resep bakso plus kursus singkat yang harus ditebus dengan harga dua juta rupiah.  Saya tidak tertarik dan tidak mengambil tawaran tersebut.  Sekarang saya tidak tahu berapa harga standar resep dan kursus bakso tasik tersebut.

     Lama lama terbersit keinginan membuat mie bakso Tasik sendiri, sayangnya saya tidak tahu lagi dimana tempat tinggal Bapak eks karyawan Bakso tersebut tinggal.  Selain itu dengan semakin beragamnya rasa khas Mie Bakso Tasik, saya jadi percaya diri membuat versi homemade yang saya buat dengan berkali kali proses coba-gagal.
 
     Kelebihan mie bakso homemade adalah adanya control atas bahan – bahan yang dipergunakan.  Saya belum menemukan resep saus bawang yang menurut saya layak saji.  Jadi kali ini saya menyampaikan resep mie bakso Tasik homemade  minus saus bawang.

     Mie bakso Tasik adalah sajian yang sangat banyak printilannya.  Saran saya jika ingin membuat mie bakso Tasik di rumah (dan hanya memiliki waktu yang singkat di rumah), buatlah masing – masing komponennya secara bertahap, misalnya bakso terlebih dahulu, kemudian cincang ayam, dilanjut biang kaldu.  Semua komponen tersebut bisa disimpan terlebih dahulu dalam freezer, dan menurut pengalaman saya, kondisinya masih sangat bagus hingga dua minggu.

1.        RESEP BAKSO HALUS

     

Sebenarnya resep awal baksonya dapat dari akun instagram 
@fitrisasmaya yang beberapa bagiannya saya modifikasi. Di resep aslinya ada bahan putih telur yang terbukti membuat bakso nya jadi kres kres, tapi pernah beberapa kali saya buat, tidak kebetulan, putih telurnya memiliki bau amis yang kuat mempengaruhi aroma bakso nya, jadi belakangan putih telurnya saya skip saja, tetap kenyal kok, asal menggiling adonan bakso nya sampai benar benar jadi pasta dan suhu adonan selama proses penggilingan terjaga tetap super duper dingin.  Namun jka ingin memakai putih telur, bisa ditambahkan putih telur dari 1 butir.  Dan perlu dicermati suhu saat penggilingan adonan harus terjaga tetap dingin, karena saya pernah membuat baso yang tidak terjaga suhunya, alhasil adonan berubah warna menjadi kecoklatan, dan jika sudah begini jangan berharap akan menghasilkan bakso yang kenyal.  Jika suhu diluar shopper terasa kurang dingin, volume es batu nya bisa ditambahkan.

Bahan :
300 gram daging sapi
50 ml air yang dibekukan
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh gula pasir
6 siung bawang putih, kupas, iris, goreng sampai harum
1/4 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh baking soda
3 sendok makan munjung tepung tapioka Pa Tani

Cara menbuat :
1. Potong kecil - kecil daging sapi, masukkan ke dalam chopper bersama setengah bagian es batu, garam, gula pasir, bawang putih goreng, merica dan baking soda. Haluskan.
2. Masukkan tepung tapioka dan sisa es batu, haluskan kembali hingga menjadi pasta (saya memasukkan tepung tapioka terakhir karena chopper yang digunakan daya tampungnya kecil, jika kapasitas tampung choppernya besar bisa dilakukan sekaligus).
3. Didihkan air, lalu matikan. Cetak bakso dengan tangan dibantu sendok, masukkan ke dalam air panas, lakukan sampai habis.
4. Rebus bakso hingga mengapung, angkat.

2.       RESEP CINCANG AYAM 

      Sepertinya mudah membuat cincang ayam, namun ternyata saya perlu beberapa kali gagal sebelum mendapatkan cincang ayam yang layak saji.  Dari mulai cincang yang sedikit berlendir karena lemaknya ikut terbawa hingga aroma lemak yang sedikit mengganggu.  Ternyata kunci mendapat cincang ayam yang kering dan memiliki aroma yang enak terdapat pada proses awal pengolahan ayam sebelum dibumbui.  Ayam diberi perasan jeruk nipis terlebih dahulu untuk menghilangkan aroma yang membuat enek, kemudian dikukus agar lemaknya larut, turun ke dasar dandang, terpisah dari ayamnya.  Setelah matang, didinginkan baru disisir dan dicincang.  


Bahan

400 gram fillet ayam, lumuri perasan 1 buah jeruk nipis, diamkan satu jam, cuci bersih, kukus, suwir, cincang

Bumbu halus
6 siung bawang putih (kali ini ukuran siungnya besar besar)
1/4 sendok teh merica
1/4 sendok teh pala

1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh kaldu bubuk (kali ini pakai rasa sapi)
50 ml minyak untuk menumis
200 ml air

Cara membuat
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum
2. Masukkan air sampai mendidih. Masukkan cincang ayam, garam, gula pasir dan kaldu bubuk. 
3. Cicipi dan sempurnakan rasanya. Aduk terus sampai airnya kering. Angkat.

              3.  RESEP KALDU BAKSO

Bahan :
Tulang iga (lengkap dengan daging dan lemak)
Air
Bawang putih geprek (atau bawang putih yang diiiris tipis dan digoreng, lebih wangi)
Seujung sendok teh merica bubuk
Garam
Gula pasir
Kaldu sapi bubuk (saya pakai merk knorr)

Cara Membuat
1. Blansing terlebih dahulu tulang iga.  Didihkan air, masukkan  tulang iga, rebus hingga berbuih (kurang lebih 15 menit).  Buang air rebusannya
2. Rebus air, rebus kembali tulang iga yang telah diblansing.  Super kecilkan apinya, rebus selama 2 jam.
 3. Masukkan bawang putih, garam, gula dan kaldu bubuk.  Cicipi dan sempurnakan rasanya.

4.       RESEP MIE MENTAH

   

Bahan :
150 gram tepung terigu protein tinggi Cakra Kembar
50 gram tepung tapioka Pa Tani
2 butir telur ukuran kecil
1/2 sendok teh garam
2 sendok makan minyak sayur
2 sendok makan air (jika belum menggumpal bisa ditambah)

Cara membuat :
1. Campur semua bahan mie, uleni dengan tangan hingga menggumpal. Istirahatkan sebentar.
2. Bagi adonan 4 bagian, siapkan cetakan mie.
3. Pasang knop pengatur ketebalan mie pada posisi 5 (adonan mie nya agak alot, jika langsung pakai ukuran yang lebih tipis, menggilingnya berat), giling semua bahan mie pada ketebalan ini.
4. Ubah knop pengatur ketebalan mie pada posisi 2, giling kembali bahan mie. Bahan mie yang sudah digiling pada ketebalan ini langsung taburi tepung terigu tipis - tipis, setelah itu cetak pada pencetak mie. (Mie yang digiling tanpa taburan tepung, mudah saling lengket kembali)
5. Sebelum disajikan, mie direbus dengan air mendidih sampai mengapung.

5.       BAHAN TAMBAHAN

Irisan tipis daun bawang
Acar Timun bening
Saus Bawang
Sambal Cabai rawit

      Mie Bakso Tasik bias disajikan lengkap dalam satu mangkok dengan kuahnya, ataupun dibuat dengan kuah terpisah dalam versi Yamin Manis atau Yamin Asin.  Sayangnya saya masih belum bias lepas dari chicken/ beef stock powder yang kemungkinan masih ada unsure monosodium glutamatnya (msg) meski  pure msg  nya saya tiadakan.

1.     SAJIAN MIE BAKSO KUAH

Bumbu :

Garam
Merica
Kaldu bubuk rasa sapi(saya pakai merk knorr)
Minyak wijen
Kecap ikan (saya pakai merk Djoe Hoa)
Minyak bawang (saya pakai minyak bekas menggoreng bawang merah untuk taburan)

Cara menyajikan

1. Tuang bumbu ke dalam mangkok.
2. Rebus mie, tuang ke dalam mangkok berbumbu
3. Masukkan bakso, cincang ayam, irisan tipis daun bawang, siram dengan kuah

2.       SAJIAN MIE BAKSO YAMIN MANIS


Bumbu :

Kecap manis
Garam
Merica
Kaldu bubuk rasa sapi (saya pakai merk knorr)
Minyak wijen
Kecap ikan
Minyak bawang (saya pakai minyak bekas menggoreng bawang merah untuk taburan)

Cara menyajikan

      1        Tuang bumbu ke dalam mangkok.
      2.       Rebus mie, tuang ke dalam mangkok berbumbu.  Aduk rata
      3.       Masukkan cincang ayam, irisan tipis daun bawang.
      4.       Di mangkok terpisah, masukkan bakso, dan daun bawang, tuang kaldu.

3.       SAJIAN MIE BAKSO YAMIN ASIN

Bumbu :

Garam
Merica
Kaldu bubuk rasa sapi (saya pakai merk knorr)
Minyak wijen
Kecap ikan
Minyak bawang

Cara menyajikan :

1.    Tuang bumbu ke dalam mangkok.
2.    Rebus mie, tuang ke dalam mangkok berbumbu.  Aduk rata
3.    Masukkan cincang ayam, irisan tipis daun bawang.
4.    Di mangkok terpisah, masukkan bakso, dan daun bawang, tuang kaldu.

Wednesday, January 10, 2018

Sajian Masakan Khas Sunda Dengan Bahan Oncom : Resep dan Cara Membuat Ulukutek Leunca Dan Pais Oncom

Oleh : Resna Nata

     Oncom adalah (bahan) makanan berbahan kacang tanah yang telah melewati proses fermentasi.  Meski diterpa berbagai informasi 'miring' terkait kandungan kapang/jamur yang tumbuh di dalamnya, oncom tetap banyak diminati.  Informasi tentang kemungkinan sifat karsinogenik dalam jamur oncom tidak membuat makanan ini kurang peminat.  Mungkin karena faktanya oncom sudah dikonsumsi selama sekian lama (beratus tahun mungkin) tanpa menimbulkan masalah sementara informasi mengenai kandungan karsinogenik dalam jamurnya ini baru muncul belakangan.

     Setahu saya makanan berjamur dengan nama oncom hanya terdapat di Jawa Barat.  Oncom berbahan kacang tanah, di luar Jawa Barat terdapat berbagai makanan berjamur dengan bahan dasar yang berbeda, di luar tempe tentunya.  

     Oncom bisa diolah menjadi beragam olahan makanan, baik sebagai pendamping nasi ataupun menjadi bahan pelengkap dalam pembuatan aneka kudapan khas Jawa Barat seperti sorabi (serabi) ataupun leupeut (arem - arem) atau yang paling terkenal tentu saja comro.  Saya pernah menyajikan resep leupeut isi oncom maupun comro sebelumnya.  Kali ini saya akan mencoba menyajikan masakan pendamping nasi berbahan oncom yang populer di Jawa Barat yakni Ulukutek Leunca dan Pais Oncom.

     Bagi saya, hal yang menarik dalam memasak oncom adalah menaklukkan aroma jamur yang melekat pada oncom.

     Di pasat tradisional biasanya tersedia beberapa jenis oncom yang ditawarkan pedagang dengan berbeda penyebutan tentu saja.  Yang paling terkenal tentu saja oncom yang dinamai "Oncom Bandung" tentu saja.  Oncom jenis ini memiliki butiran kacang tanah yang besar - besar sehingga rasanya lebih gurih, oncom jenis ini cock untuk masakan tumis maupun pepes seperti ulukutek leunca atau pais oncom seperti yang akan saya sajikan kali ini.  Yang selanjutnya ada jenis oncom lain yang di Tasikmalaya dikenal dengan nama "Oncom Kasandra", tidak jelas mengapa oncom jenis ini dinamai Kasandra.  Hanya saja secara fisik, oncom jenis ini butiran kacangnya nyaris tidak terlihat, halus sekali dan sangat mudah terurai, sehingga oncom jenis ini cocok untuk taburan pada sajian nasi tutug oncom, penjual nasi tutug oncom rata - rata menggunakan oncom jenis ini.  Dan terakhir ada juga jenis oncom lain yang butiran kacangnya lebih kecil, saya tidak tau secara lebih spesifik, tapi pedagang biasanya menyebutnya "Oncom Biasa".

     Saya biasanya menemukan ulukutek leunca dan pais oncom di warung makan - warung makan kecil.  Namun sekitar tahun 2008 an, saya pernah juga mencicipi ulukutek leunca di sebuah rumah makan terkenal di Kota Bandung pada waktu itu, yakni Rumah Makan Bumbu Desa.

1.  Resep dan Cara Membuat Ulukutek Leunca

     Ulukutek (atau ada juga yang menyebutnya bolokotok) Leunca adalah makanan yang sangat "Sunda".  Masakan ini lebih enak dibuat dengan cita rasa pedas (meski kali ini saya membuatnya dengan citarasa 'mild').  Untuk yang ingin membuat Ulukutek namun sulit mendapatkan oncom, bisa saja digantikan tempe.

Dan inilah resep Ulukutek Leunca ala Resna :

Bahan :
100 gram (kurang lebih) oncom
200 garm leunca
250 ml santan dari 1/4 butir kelapa

Bumbu Halus :
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 buah bcabai merah (buang biki)
2 cm kencur
1 cm jahe
1/4 sendok teh terasi
1/2 sendok teh garam
1 sendok makan gula pasir
Minyak sayur untuk menumis

Bumbu cemplung :
1 lembar daun salam
1 batang serai (potong 3 bagian)
2 mata asam jawa
irisan cabai merah/hijau
cabai rawit utuh

Cara Membuat :
1.  Potong - potong oncom ukuran kurang lebih 1x1x1 cm atau bisa juga dihaluskan.  Petik leunca dari tangkainya.
2.  Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum.  Masukkan salam,serai, asam jawa dan santan hingga mendidih.  Masukkan oncom.
3.  Masak hingga airnya berkurang (asat), masukkan irisan cabai.
4.  Terakhir masukkan oncom, aduk rata.  Angkat

Leunca adalah makanan yang sangat mudah matang, untuk mendapatkan tingkat kematangan yang pas (tidak over cook). leunca dimasukkan terakhir dan dimasak sebentar saja (asal empuk).

2.  Resep dan Cara Membuat Pais Oncom

     Di Tasikmalaya, makanan ini dikenal dengan nama Pais Oncom.  Tapi saya pernah baca makanan jenis ini di daerah Cirebon dikenal dengan nama "Pepes Dage".  Padahal di daerah Priangan Timur (Garut - Tasikmalaya - Ciamis - Banjar - Pangandaran) yang dinamakan dage adalah makanan fermentasi berbahan dasar Galendo (bagian padat yang dihasilkan dari proses produksi minyak kelapa).  Jadi Pais Dage di daerah Priangan Timur adalah pepes fermentasi galendo yang diolah dengan bumbu khas (yang paling lekat dalam ingatan adalah adanya irisan halus batang serai di dalamnya), sedangkan untuk makanan berbahan oncom disebut "Pais Oncom" saja.

     Oh,ya saya mempunyai pengalaman 'keliru' ketika membuat Pais Oncom, yakni tidak membasahi adonan oncom, sehingga setelah melewati proses pengukusan, oncom tetap kering seperti masih mentah.  Setelah saya bertanya pada ibu saya, saya baru tahu bahwa sebelum dikukus, oncom harus disiram (diciprati jika sedikit) air panas, sayangnya ibu tidak memberikan takaran presisi (sepertinya semua masakan rumah made in ibu rumah tangga memang rata - rata tidak diukur secara presisi, semua "by feeling" dan "based on experience" hehe...), jadinya saya perkirakan sendiri saja....

Dan inilah resep Pais Oncom based on experience nya Resna :

Bahan :
100 gram (kurang lebih) oncom
1 ikat kemangi (kurang lebih 8 tangkai), petik daunnya saja
25 ml (kurang lebih) air panas
Daun pisang untuk membungkus (saya buat 6 bungkus kecil)

Bumbu Halus :
3 butir bawang merah
1 siung bawang putih
2 cm kencur
1 buah cabai merah (buang biji)
cabai rawit sesuai keinginan
1/2 sendok teh garam
2 sendok teh gula aren

Bumbu Iris :
2 lembar daun salam (bagi 3)
1 batang serai (bagi 6)

Cara membuat :
1.  Campurkan oncom, daun kemangi dan bumbu halus.  Masukkan air panas, aduk rata.
2.  Siapkan daun pisang, letakkan irisan daun salam dan serai.  Sendokkan adonan oncom.
3.  Bungkus menyerupai lontong kecil.  Semat kedua ujungnya.
4.  Kukus sampai matang (kurang lebih 40 menit). 

Thursday, October 19, 2017

Sajian Hari Raya Idul Adha : Resep dan Cara Membuat Sate Maranggi Khas Purwakarta

Oleh : Resna Nata
     Biasanya jika ada perbincangan di kalangan ibu - ibu tentang daging sapi pembagian qurban saat hari raya Idul Adha, selalu dilengkapi dengan penilaian tentang daging yang didapatkan.  Komentar yang paling sering didengar adalah kualitas daging yang tidak sama dengan daging yang didapat dengan cara dibeli di pasar baik pasar modern yang biasanya didominasi daging import maupun pasar tradisional yang umumnya mengklaim daging sapi jualannya sebagai daging sapi produksi lokal.  Penilaian yang banyak diberikan oleh ibu - ibu adalah rasa daging sapi kurban yang katanya sering terasa hambar (tidak juicy) dan aromanya tidak wangi.

     Kalau dugaan saya, mungkin karena daging sapi kurban bukan ditangani oleh orang yang rutinitasnya setiap saat mengurus daging sapi.  Sehingga karena kurangnya pengalaman, penanganannya menjadi tidak sesempurna orang - orang yang profesi sehari - harinya memang menangani daging sapi.

     Kebiasaan kebanyakan orang disekeliling saya dalam merayakan hari raya Idul Adha, daging dari sapi yang baru saja disembelih banyak diolah dijadikan sate, setiap rumah membakar sate.

     Idul Adha 1438 Hijriah, kami sekeluarga memutuskan merayakan di kampung halaman ibu saya di Ciamis Selatan, daerah yang dulunya termasuk kecamatan Banjarsari namun kini termasuk dalam kecamatan baru hasil pemekaran yakni kecamatan Banjar Anyar.

     Tumben, kali ini daging sapi yang kami dapat terasa juicy dan wangi.

     Dari awal kami memang sudah berencana membuat sate.  Dan Kami memilih mengolah sate dengan bumbu Maranggi.  Untuk referensi rasa, saya sudah cukup sering menikmati rasa sate maranggi yang terkenal di Kota Tasikmalaya.  Dari rasa tersebut saya mencoba membuat bumbu maranggi untuk sajian kali ini.

     Dengan bumbu maranggi, sate tidak perlu dibari sambal ataupun saus tambahan lain.  Tidak perlu menyiapkan saus kacang ataupun sambal kecap.  Karena bumbu maranggi membuat daging sate memiliki rasa yang lengkap, asin, manis dan seulas tipis rasa asam dan jika mau bisa langsung dibuat pedas.  

     Tahun - tahun yang lampau, saya biasanya mengempukkan daging mentah yang akan dibuat sate dengan daun pepaya.  Tidak terlalu  berhasil.  Jika daging dibungkus daun pepaya, hasilnya daging tidak seempuk yang diharapkan.  yang lebih parah pernah mencoba memeras tumbukan daun pepaya untuk dimasukkan ke dalam daging, hasilnya meski dicuci berkali - kali, rasa pahitnya tetap melekat di dalam daging.

     Kali ini saya mencoba browsing sebanyak mungkin tips dan trik membuat sate yang empuk.  Dan saya menemukan informasi bahwa yang bisa mengempukkan daging selain daun pepaya adalah daging buah nanas.  Saya bahkan membaca bahwa gula merah dan asam jawa bisa turut mengempukkan daging.

     Berarti klop sudah, saya ingin membuat sate dengan bumbu ala Sunda dan bahan pengempuk dagingnya bahkan sudah ada dalam bumbu yang digunakan.

     Karena saya fikir jika yang diambil adalah sari nanasnya maka bumbunya akan berair banyak dan terbuang, maka saya memutuskan nanasnya akan dipotong kecil - kecil.  Tokh, nanti ketika dirangkai di dalam tsusukan sate, nanas akan tersisihkan dengan sendirinya.

     Saya hanya sempat memarinasi dagingnya kurang dari setengah jam, namun  bumbu sudah cukup meresap ke dalam daging dan daging sudah cukup empuk (maklum satenya sudah ditongkrongin anak - anak yang sudah tidak sabar ingin segera mencicipi hehe...).  Saya rasa dibutuhkan sedikit waktu lagi untuk membuat bumbunya meresap secara sempurna.

     Tapi saya sudah cukup puas dengan hasil, baik rasa maupun penampilannya.

     O,ya biasanya saya menggunakan bahan olesan dengan campuran kecap dan margarin.  tapi campuran ini akan membuat sate dipenuhi bintik - bintik bekuan margarin pada saat sate tidak lagi hangat sehingga mengurangi keindahan penampilan sate belum lagi rasa margarin (beku) akan terasa mengurangi kelezatan sate. Jadi kali ini, saya menggunakan campuran kecap dan minyak sayur, sehingga saat sate dingin tetap cair dan tidak membeku seperti margarin.

     Selain itu untuk menghasilkan aroma yang maksimal saya membakar sate menggunakan arang batok kelapa.  Sedangkan untuk minyak bakarnya saya menggunakan jelantah (minyak sayur yang telah digunakan untuk menggoreng).

     Resep dan cara membuat sate maranggi yang saya sajikan saat Idul Adha adalah sebagai berikut :

Bahan : 
1 kilogram daging sapi, potong ukuran kurang lebih 1 x 1 x 2 cm
150 gram nenas, potong - potong kasar
Tusuk sate secukupnya

Bumbu Halus :
10 butir bawang merah, kupas
4 siung bawang putih, kupas
1 sendok makan ketumbar
100 gram gula aren
3/4 sendok makan garam
2 mata asam jawa

Bumbu Oles :
70 ml kecap (saya pake Bango)
50 ml minyak sayur

Cara Membuat :
1.  Campurkan potongan daging, potongan nanas dan bumbu halus.  Diamkan beberapa saat.
2.  Siapkan tusuk sate, isi dengan 5 potongan daging.
3.  Siapkan pembakaran, bakar sate setengah matang terlebih dahulu, lalu oles dengan bumbu oles, bakar kembali hingga matang.
4.  Sate siap disajikan. 

Wednesday, August 23, 2017

Resep dan Cara Membuat Buras dan Leupeut Isi Oncom : Makanan Pelengkap Aneka Gorengan

Oleh : Resna Nata

     Melanjutkan cerita tentang penjual aneka gorengan kaki lima yang biasanya mangkal dengan gerobaknya.  Saya ingin melanjutkan cerita dengan jenis makanan lain yang biasanya melengkapi dagangannya.  Pada penjual aneka gorengan kaki lima di Jawa Barat, selain tersedia aneka gorengan juga biasanya dilengkapi makanan berbahan beras seperti buras atau leupeut.

     Buras adalah makanan berbahan dasar beras dan kelapa muda parut yang dibungkus daun pisang.  Buras dibuat dengan cara dikukus.  Rasanya asin dan gurih.  Sedangkan leupeut adalah makanan berbahan dasar beras yang dibungkus daun pisang, leupeut biasanya dibuat dengan menggunakan isian (meski ada juga yang dibuat polos tanpa isi), isian leupeut bisa berupa cincang daging maupun cincang sayuran.  Namun yang paling khas Jawa Barat tentu saja leupeut isi oncom, dan biasanya isian oncom ini memiliki rasa yang cukup pedas.

     Di daerah lain, leupeut dikenal dengan sebutan arem - arem atau lontong.  Proses pemasakan terakhirnya  bisa direbus atau dikukus.  Kali ini saya menyajikan leupeut dengan cara dikukus.

     Karena sebelumnya saya belum pernah membuat buras dan leupeut, maka yang pertama saya lakukan sebebelumnya adalah 'survey' (hehe...) mencoba mencari tahu takaran yang presisi untuk pembuatannya.  Yang terutama ingin saya ketahui adalah perbandingan beras dan air yang pas.  Tapi ternyata saya tidak mendapatkan perbandingan yang beanr - benar presisi karena penjual gorengan tidak menggunakan gelas ukur dalam pembuatan buras dan leupeutnya.

     Sewaktu saya bertanya pada seorang penjual gorengan tentang perbandingan  beras dengan takaran air untuk membuat leupeut atau buras, ibu ini memberikan jawaban untuk satu kilogram beras diperlukan enam 'siwur' air.  'Siwur' adalah sebutan untuk gayung bergagang panjang.  Zaman dulu 'siwur' biasa dibuat dengan batok kelapa, tapi sekarang tentu saja berbahan plastik.  Siwur sekarang berukuran standar, ada yang berukuran besar dan ada pula yang berukuran kecil.  Maka ketika saya pergi ke toko penjual peralatan rumah tangga, saya membeli 'siwur' ukuran kecil untuk mengukur berapa volume air yang tertampung di dalamnya.  Ternyata isi siwur kecil adalah 500 mililiter.

     Karena saya memperkirakan leupeut untuk jualan menggunakan beras jenis IR-64 yang cenderung keras (membutuhkan lebih banyak air untuk menjadi empuk), sedangkan stok beras yang ada di rumah adalah jenis yang disebut penjualnya dengan sebutan 'beras singaparna' (varietasnya apa, saya kurang tahu, tapi katanya yang jelas bukan IR-64) yang 'hemat air' maka saya mengurangi sedikit volume air dalam pembuatan beras.  Maka dengan dasar perkiraan itu, akhirnya saya bisa juga membuat buras dan leupeut  (hadeuh baru nyadar...ceritanya kok muter - muter dulu ya...).

     Dan inilah resep dan cara membuat buras dan leupeut berdasarkan hasil 'survey' yang saya lakukan (hehe...):

1.  Resep dan Cara Membuat Leupeut Isi Oncom 

Bahan Adonan Leupeut :
250 gram beras kualitas bagus
garam
gula (sebagai pengganti bumbu penyedap)
1/4 sendok teh kapur sirih
675 ml air

Daun pisang untuk membungkus
Semat dari lidi yang dipotong serong


Bahan Isian Oncom :
75 gram oncom
3 butir bawang merah
1 siung bawang putih
2 cm kencur
cabai rawit sesuai selera
1 batang serai dipotong serong 4 bagian
garam
gula
1/2 cangkir air

Cara Membuat :

Membuat Isian Oncom :
1.  Remas - remas oncom hingga terurai (jangan terlalu ditekan)
2.  Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur, cabai rawit, garam dan gula.
3.  Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum, masukkan serai, oncom dan air.  Masak sampai airnya terserap habis.

Membuat Adonan Leupeut :
1.  Masak semua bahan adonan leupeut bersama sama hingga airnya terserap habis.  Angkat, aduk - aduk hingga adonan leupeut dingin.
2.  Ambil potongan daun pisang, letakkan sesendok adonan leupeut, isi dengan isian oncom, gulung kembali hingga isian oncom tertutupi adonan leupeut.  Lipat daun pisang sedemikian rupa dan semat kedua sisi dengan lidi.
3.  Kukus hingga matang (cek kematangan setelah 45 menit).

2.  Resep dan Cara Membuat Buras

Bahan :
250 gram beras kualitas bagus
1/4 butir kelapa muda parut
1/4 sendok makan garam
1 batang serai, potong serong 4 bagian
1 lembar daun salam, potong 2
675 ml air
Daun pisang untuk membungkus

Cara Membuat :
1.  Masukkan beras, kelapa muda parut, garam, serai, salam dan air.  Aroni sampai airnya terserap semua.  Angkat, aduk - aduk sampai dingin.
2.  Bungkus dengan melipat kedua ujungnya.  Kukus hingga matang (cek kematangan setelah 45 menit).

     Di daerah pedesaan sekarang penjual gorengan lengkap dengan leupeut atau burasnya biasanya berjualan di pagi hari.  Orang - orang menjadikannya sebagai menu sarapan sebelum memulai aktivitas sehari - hari.  Jika berkunjung ke kampung halaman suami di daerah Cisaga Ciamis, kami sekeluarga kadang menikmati sarapan pagi sambil duduk - duduk di warung penjual gorengan dan leupeut.  Dengan nongkrong di sana kami juga bisa bertemu dengan beberapa saudara yang kebetulan sama - sama membeli sarapan di tempat yang sama, mungkin ibu - ibu yang membeli untk keluarga di rumah atau bapak - bapak yang mampir sebelum beraktivitas di kebun atau di sawah.  Di warung penjual gorengan, kami bisa sarapan sekaligus berinteraksi dengan famili yang kebetulan mampir dan mungkin tidak sempat kami kunjungi satu persatu.

Jika leupeut atau buras biasanya dimakan bersama dengan gorengan, maka di Jawa Barat juga dikenal lontong yang biasanya menjadi pengganti nasi dalam makanan berkuah (atau sayur).  Lontong biasanya dibuat dengan tekstur yang lebih padat dan dibuat tanpa isian, dikemas dengan daun pisang dengan bentuk seperti leupeut namun biasanya dalam ukuran yang lebih besar.  

Tuesday, August 22, 2017

Jajanan Kaki Lima Aneka Gorengan : Resep dan Cara Membuat Bala - Bala (Bakwan Sayur), Gehu (Tahu Isi Toge), Cipe (Gorengan Tempe) dan Pisang (Pisang Goreng)

Oleh : Resna Nata

     Di daerah Priangan Timur seperti Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Garut, banyak dijumpai gerobak dorong kaki lima yang menjual aneka gorengan.  Saya rasa di tempat lain juga banyak pedagang kaki lima yang menjual aneka gorengan semacam ini.

     Yang membuat saya ingin menampilkan aneka gorengan tersebut di blog ini, alasannya sederhana, kendati gorengan ini bukan makanan yang asing dijumpai di banyak tempat se Indonesia tapi makanan ini memiliki nama khusus di tanah Sunda, seperti sebutan gala - bala untuk bakwan sayur, gehu yang merupakan akronim dari toge - tahu untuk menyebut gorengan tahu isi tumis toge (beberapa waktu lalu nge-hits tumisan isiannya dibuat ekstra pedas), cipe yang merupakan akronim dari aci (tepung) - tempe untuk menyebut tempe goreng tepung.  Dan yang paling unik adalah sebutan pisang untuk menyebut hasil gorengan pisang berbalut tepung.

     Saya tidak tahu pasti di daerah Jawa Barat mana saja yang menggunakan istilah pisang untuk gorengan manis dengan sebutan pisang.   Seperti pisang cau dan pisang peuyeum untuk gorengan pisang dan tape yang berbalut tepung.

     Yang membuat saya percaya diri memposting resep dan cara membuat aneka gorengan kali ini adalah karena saya punya sedikit 'rahasia' tentang pembuatan aneka gorengan langsung dari tukang gorengan (ehem...).  Memang belum semua 'rahasia' terungkap (hehe...) tapi setidaknya saya sudah mengalami satu langkah kemajuan dalam pembuatan gorengan (halah...lebay...).

     Ceritanya, waktu itu saya sedang belanja di kios yang menjual telur dan aneka sembako langganan saya.  Kios tersebut juga menjual berbagai sembako lain diantaranya aneka tepung terigu.  Saya mendengar seorang ibu memesan 'Simpul' sebanyak dua kilogram.  Saya menanyakan pada ibu tersebut apakah yang dimaksud dengan simpul yang dibelinya.  Dia bilang simpul adalah jenis terigu yang biasa digunakan untuk gorengan.  Dan ibu tersebut sudah beberapa tahun berjualan gorengan menggunakan 'Simpul'

     Pulang ke rumah saya browsing tentang terigu 'Simpul' ini.  Ternyata 'Simpul' adalah merk terigu dari sebuah perusahaan terkenal, yang memiliki merk - merk terigu jenis lain yang sudah dikenal luas selama ini.  'Simpul' adalah merk terigu dengan kadar lebih rendah dibanding kadar protein terigu - terigu jenis lain dari perusahaan yang sama.  Merk/jenis terigu jenis lain dijual secara meluas hingga pasar modern yang ada di mall.  Meski berasal dari perusahaan yang sama, 'Simpul' tidak pernah saya temukan di toko swalayan modern.

     Setelah saya coba ternyata 'Simpul' ketika dibuat gorengan menghasilkan gorengan yang lebih renyah bahkan jika digoreng dengan api kecil sekalipun.

     Dan kelebihan yang lain dari terigu 'Simpul' ini adalah harganya yang jauh lebih murah dibanding merk atau jenis terigu lain dari perusahaan yang sama.

     Jadi itulah, satu rahasia baru yang saya dapat (hehe...) meski tentu saja masih ada rahasia atau tips dan trik dari penjual gorengan yang belum saya ketahui.

1.  Resep dan Cara Membuat Bala - bala

     Bala - bala atau bakwan sayur adalah jenis gorengan yang selalu ada di setiap penjual gorengan.  Sebenarnya jika kita menyajikan bala - bala atau bakwan sayur di rumah, kita bisa menggunakan sayuran yang lebih beragam seperti tauge, sawi putih dan lain -lain.  Tapi karena yang paling umum digunakan oleh tukang gorengan adalah kol dan wortel, jadi kali ini saya juga hanya menggunakan kedua jenis sayuran tersebut.

Bahan :
150 gram kol
100 gram wortel
50 gram bawang daun
garam
gula pasir (sebagai pengganti penyedap)
1/4 sendok teh merica bubuk
300 gram tepung terigu 'Simpul'
300 ml air (jika kurang lembek, tambahkan lagi airnya)

Cara membuat :
1.  Kol diiris tipis, wortel diiris tipis memanjang, bawang daun diiris tipis.
2.  Masukkan garam, gula pasir, merica bubuk, terigu dan air. Aduk rata.
3.  Goreng dalam minyak panas, gorengan harus terendam minyak, hingga kecoklatan.
4.  Angkat dan sajikan.

2.  Resep dan Cara Membuat Gehu

      Gehu atau gorengan tahu dengan isian tumis toge adalah jenis gorengan lain yang pasti selalu ada di setiap penjual gorengan.  Sayangnya saya belum menemukan jenis tahu yang pas untuk gehu, yakni tahu yang bisa digoreng hingga kering (menyisakan sesedikit mungkin kadar air pada tahu).  Tapi asalkan dimakan selagi hangat, gehu yang saya buat juga cukup renyah.

     Gehu yang saya buat kali ini menggunakan isian yang tidak pedas.  Jika menginginkan gehu pedas bisa ditambahkan cabai rawit merah dalam ulekan bawang putih.  Jika ingin variasi yang lain bisa juga disisipkan bumbu pecel bersebelahan dengan tumis tauge.

Bahan :
15 buah tahu ukuran 5 x 5 x 1 cm goreng kering

Bahan Isian :
100 gram toge
2 siung bawang putih, haluskan (atau cincang halus)
1/4 sendok teh merica bubuk
1 batang bawang daun iris 1/2 cm
garam
gula pasir (sebagai pengganti bumbu penyedap)
sedikit air

Bahan Pencelup :
1 gelas tepung terigu 'Simpul'
1 gelas air
garam
gula pasir (sebagai pengganti bumbu penyedap)

Cara Membuat
1.  Siapkan tumis isian, panaskan minyak, masukkan bawang putih halus, masukkan toge, sedikit air, irisan bawang daun, merica, garam dan gula.  Aduk - aduk sampai setengah matang.
2.  Siapkan bahan pencelup, campur tepung terigu, garam, gula dan air, aduk sampai menyatu.
3.  Belah satu sisi tahu, masukkan tumisan isian.  Lakukan sampai semua bahan habil.
4.  Celup tahu isi tumis toge ke dalam bahan pencelup.  Goreng dalam minyak panas hingga terendam seluruhnya sampai matang.

3.  Resep dan Cara Membuat Cipe

     Cipe atau gorengan tempe berbalut tepung.  Mirip mendoan di Jawa Tengah.  Bedanya ada pada jenis rempah - rempah yang digunakan (mendoan menggunakan jenis bumbu aromatik lebih banyak), perbandingan tempe dan tepung yang digunakan (pada cipe, tempenya hanya sedikit)  serta tingkat kekeringan gorengan yang dihasilkan (cipe lebih kering dari mendoan).

Bahan : 
1 potong tempe, iris tipis (kurang lebih 15 buah)
1 batang daun bawang, potong -  potong 1/2 cm 
2 gelas tepung terigu 'Simpul'
2 gelas air

Bumbu Halus :
2 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sendok teh ketumbar
garam
gula pasir (sebagai pengganti bumbu penyedap)

Cara Membuat :
1.  Campurkan bumbu halus, daun bawang, tepung terigu 'Simpul' dan air hingga menyatu.
2.  Siapkan minyak panas, celup tempe ke dalam adonan tepung, gorengan harus terendam minyak.
3.  Goreng hingga tingkat kematangan yang diinginkan, angkat, tiriskan dan sajikan.


4.  Resep dan Cara Membuat Pisang Goreng
 

   Selain gorengan bercitarasa asin, ada juga gorengan yang bercitarasa manis.  Gorengan bercitarasa manis yang saya sajikan dalam posting kali ini adalah pisang goreng.  Jenis pisang yang umum digunakan oleh penjual gorengan adalah pisang nangka dan (terutama) pisang kapas.  Pisang nagka memiliki aroma lebih wangi, namun pisang kapas dengan dengan kematangan yang pas memiliki rasa lebih manis dibanding pisang nangka yang biasanya memiliki sedikit rasa asam.

Bahan :
4 buah pisang nangka matang potong serong 3 sampai 5 bagian
100 gram tepung terigu 'Simpul'
1 sendok makan gula pasir
1 sendok makan margarin
100 ml air panas

Cara Membuat :
1.  Campurkan tepung terigu 'Simpul', gula pasir, margarin dan air panas, aduk sampai menyatu.
2.  Panaskan minyak, celup pisang dalam adonan tepung, goreng hingga terendam minyak sampai matang.
3.  Angkat, tiriskan dan sajikan.

     Untuk kali ini saya hanya hanya menampilkan empat jenis gorengan yang umumnya ada di tukang gorengan kaki lima.  Sebenarnya masih ada jenis gorengan lain yang juga biasa dijual di kali lima seperti pisang molen, cireng, rarawuan, comro dan rollade daun singkong.  Selain itu biasanya juga disediakan makanan pendamping gorengan seperti buras atau leupeut.   Saya akan menuliskan dalam posting lain waktu.

Untuk melengkapi jualan aneka gorengan, biasanya di penjual gorengan juga disediakan makanan pengganti nasi yang sama sama berbahan beras seperti leupeut atau buras.